Jasa due diligence di Indonesia
Fakta yang bisa Anda andalkan sebelum mengambil keputusan.
VERIS memberikan temuan independen dan terverifikasi tentang perusahaan, pemilik, dan calon mitra di Indonesia, kepada tim kepatuhan, hukum, dan manajemen risiko, sebelum Anda berinvestasi, bekerja sama, atau menunjuk seseorang.
Diskusikan kebutuhan AndaPemeriksaan independen saat keputusan membawa risiko nyata
Due diligence adalah pemeriksaan independen atas perusahaan atau individu sebelum Anda menyetujui, bekerja sama, menunjuk, mendanai, atau berinvestasi. Cakupannya meliputi kepemilikan dan jabatan direksi, perkara hukum dan kepailitan, riwayat regulasi, sanksi, dan reputasi.
Jika catatan publik tidak cukup, kami melakukan penelusuran yang diskret dengan narasumber yang mengenal subjek, sesuai hukum yang berlaku. Subjek tidak diminta untuk berpartisipasi.
Di Indonesia, banyak informasi penting hanya tersedia dalam Bahasa Indonesia atau di lapangan. Tim VERIS di Jakarta dapat memastikan bahwa bisnis di atas kertas sama dengan bisnis di lapangan.
Cakupan kami
30 yurisdiksi, berbasis di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan kantor di Jakarta dan Singapura sejak 2010.
Sebelum Anda berkomitmen
Due diligence reputasi
Siapa pemilik dan pengelola perusahaan, apa yang tercatat, dan apa kata pasar tentang mereka.
Due diligence pra-transaksi
Target akuisisi, mitra, dan investor dinilai sebelum investasi atau joint venture.
Due diligence vendor
Pemasok, distributor, dan agen diperiksa sebelum kerja sama. Selengkapnya.
Verifikasi KYC
Pemeriksaan identitas, sanksi, dan pemberitaan negatif untuk mendukung customer due diligence Anda.
Kerangka bertingkat
- Pemeriksaan tanda bahaya: sanksi, daftar pantauan, dan pemberitaan negatif dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
- Level 1: penelusuran terstruktur atas kepemilikan, jabatan direksi, litigasi, kepailitan, riwayat regulasi, dan reputasi.
- Level 2: penelusuran diskret melalui narasumber jika catatan tidak menceritakan keseluruhan kisah.
- UHNW & klien privat: analisis sumber kekayaan, kepentingan bisnis, dan keterkaitan politik.
- Verifikasi lapangan: memastikan bisnis yang tertulis sama dengan bisnis yang benar-benar beroperasi.
Alasan umum dilakukannya due diligence
- Menilai calon mitra bisnis, perantara, dan pihak lawan transaksi.
- Menerima vendor, distributor, atau agen baru.
- Penilaian risiko sebelum transaksi, investasi, atau joint venture.
- KYC untuk individu dengan kekayaan tinggi.
- Hubungan donor atau penerima hibah dan pendanaan.
- Kekhawatiran integritas, dugaan fraud, atau risiko reputasi.
Yang sering ditanyakan klien
Apa itu due diligence?+
Apa bedanya due diligence dengan background check?+
Berapa lama proses due diligence?+
Apakah subjek tahu bahwa mereka diperiksa?+
Bagaimana jika ditemukan masalah?+
Kenali siapa yang sebenarnya Anda hadapi
Ceritakan tentang calon mitra, transaksi, atau kejadian yang Anda hadapi, dan kami akan menyarankan tingkat pemeriksaan yang tepat.
Diskusikan kebutuhan Anda